Pandji Pragiwaksono, Seniman, dan Politik

Tags

, , , , , , ,

Seniman. Tidak hanya menghibur masyarakat. Lebih dari itu, mereka sangat dibutuhkan untuk membantu, menjaga bahkan menciptakan peradaban sosial dan budaya di masyarakat. Peran-peran ini terekspresi dari karya dan aksi-aksi mereka untuk menyuarakan fenomena, pesan, bahkan juga tangisan masyarakat.

Dalam film “2012” (dunia berakhir 21 Desember 2012), film yang mengisahkan bagaimana manusia berusaha menyelamatkan peradaban manusia dari bencana sangat besar di planet bumi (hampir-hampir mirip kiamatlah), garapan sutradara Roland Emmerich. Film ini juga menyinggung tentang seniman. Dalam suatu adegan, Presiden (Amerika) yang diperankan oleh Danny Glover, mengatakan urutan orang-orang yang perlu diselamatkan adalah para seniman & budayawan, selanjutnya ilmuwan & akademisi, profesional, dan terakhir adalah politisi (dialog antara Presiden Amerika dengan putrinya yang diperankan oleh Thandie Newton). Singkat kata dalam film tersebut, sang Presiden akhirnya memilih berada di sisi rakyatnya yang tak bisa diselamatkan (mungkin karena menganggap dirinya adalah politisi).

Continue reading

Selamat Berkongres Himpunanku!

Tags

, , , , , , , ,

Manusia Adalah Anak Zaman


Beberapa hari terakhir, di antara pemberitaan nasional lainnya (pemerintahan, freeport, penyadapan, DPR), perhelatan kongres Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cukup meramaikan pemberitaan nasional. Sebenarnya, sejak awal pelaksanaan kongres HMI ke-29 yang berlangsung di Pekanbaru ini telah menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan, baik dari kalangan internal HMI sendiri maupun dari non-HMI. Media juga memiliki peran menambah atmosfer euforia kongres. Selanjutnya muncul cemohan pada perhelatan kongres di media sosial tentang besaran anggaran kongres dan serangkaian ulah peserta kongres yang menimbulkan permasalahan dan kekisruhan menjelang perhelatan. Lebih ekstrim, bahkan muncul gerakan media sosial dengan hastag #bubarkanHMI.

Continue reading

Pindahkan Saja Ibukotanya, Biar Ramai!

Tags

, , , , ,

Ya, kalimat di atas seharusnya, “Pecahkan saja gelasnya, biar ramai! […]” Satu penggalan puisi dalam film “Ada Apa dengan Cinta”. Puisi ini secara apik dibacakan oleh sosok Cinta yang mengaransemen puisi Rangga dengan latar belakang alunan klasik gitar. Film yang diperankan oleh Dian Sastro Wardoyo, sebagai Cinta dan Nicholas Saputra, sebagai Rangga. Saking apiknya, film ini dianggap sebagai tonggak baru kebangkitan dunia perfilman Indonesia yang sebelumnya dunia perfilman Indonesia diwarnai dengan eksploitasi “tubuh perempuan”.

PerubahanBerbicara tentang tonggak baru dan kebangkitan, Ini bukanlah kata-kata asing. Kata-kata yang sering mendampinginya adalah perubahan, pembangunan, dan sebagainya. Kata-kata yang paling sering diucapkan secara oratif oleh para aktivis di jalanan. Khususnya kata kebangkitan dan perubahan, adalah dua kata yang selalu menjadi alasan para aktivis meneriakkan. Dari aktivis jaman dulu, sampai aktivis jaman sekarang. Sampai mungkin kita harus bertanya, apakah kita belum bangkit dan belum berubah? Lalu mengapa perubahan?

Continue reading

Di Balik Cerita 10 Nopember; Jasin Anak Buton, Si Ahli Penakluk Serangan

Tags

, , , , , ,

Euforia memperingati hari pahlawan pada 10 Nopember hampir terjadi di seluruh daerah di Indonesia. Khusus di Surabaya, peringatan dimeriahkan dengan Parade Juang di salah satu sudut kota. Dalam parade tersebut digambarkan semangat pertempuran “arek-arek Suroboyo” mempertahakan kemerdekaan dan kedaulatan negerinya.

Bung TomoDi saat kota-kota lain memilih memberikan dan membakar kotanya sendiri, arek-arek Suroboyo memilih mempertahankan kotanya sampai titik darat penghabisan.

Orasi Bung Tomo dan pekik Allahu Akbar berhasil membakar semangat arek-arek Suroboyo saat itu. Pertempuran 10 Nopember tercatat sebagai salah satu perang terdahsyat dalam sejarah Indonesia modern. Perang yang tidak seimbang tetapi dalam rangkaian konflik bersenjata yang mencapai puncak pada 10 Nopember tersebut, telah memalukan pihak sekutu (Inggris) dengan matinya dua orang jenderal yang dimiliki oleh pihak sekutu. (Mallaby dalam konflik bersenjata di Jembatan Merah Surabaya dan Loder Symon dalam pertempuran 10 Nopember). Continue reading

Press Release Pagi

Tags

, ,

[…]

Bising kota, keluh peluh masyarakat kota
Kendaraan merayap, asap hitam pekat
Kayuhan sepeda pancal
Bising
Dalam harmoni pekat malam Surabaya
Waktu menunjukkan pukul 19.40
Dan sebentar lagi
Surabaya akan berakhir di pukul 23.00

Sementara aku dan semangat muda lainnya sedang beradu
Merayap di barisan kendaraan yang tiarap
Abai dalam peluh
Kita berkumpul di pukul 20.00 Continue reading

Serpihan Atlantis di Bumi Anoa

Tags

Alternatif bagi anda yang ingin memilih tempat liburan.

This slideshow requires JavaScript.

Tentu kita sudah mengetahui bahwa fitrah Indonesia yang juga dikenal sebagai jambrud khatulistiwa menyimpan kekayaan alam yang sungguh luar biasa menakjubkan. Kekayaan alam hayati serta non hayati, bumi, air dan segala isinya adalah rahmat Tuhan yang patut untuk disyukuri. Kekayaan Indonesia ini bahkan oleh mendiang Prof. Santos, seorang ahli geologi Brasil dalam bukunya Atlantis yang hilang menaksir bahwa dahulu Atlantis yang merupakan kawasan awal peradaban serta surga bagi planet bumi terletak di kawasan Indonesia. Oleh Prof. Santos yang telah menghabiskan waktu penelitian kurang lebih 30 tahun, dengan dukungan fakta-fakta ilmiah, sangat meyakini bahwa Atlantis itu dahulu adalah Indonesia. Hal ini patut menjadi bahan kajian ilmiah lebih lanjut dari berbagai aspek kajian ilmu pengetahuan untuk mengkonfirmasi kebenarannya.

Oleh karena itulah pantas bagi kita untuk mensyukuri nikmat dan rahmat Allah SWT. yang telah memberikan keistimewaan alam dengan manifestasinya menjaga serta melestarikan alam Indonesia. Salah satunya dengan cara minimal kita mengetahui kekayaan apa saja yang diwariskan Nusantara.

Serpihan Atlantis di Bentang Sulawesi Continue reading

Catatan Kecil yang Berakhir di Warung Kopi

Refleksi Pemoeda…?

Anak-anak kecil itu berlari mengejar bola di lapangan. Tepat lapangan itu cukup luas terbentang di hadapan angkuhnya gedung perpustakaan itu berdiri. Seolah-olah gedung itu sedang mengoralkan diri bahwa dialah yang paling tinggi mencakar langit di areal kampus ini. Ah, lebih baik bercerita yang lain. Ku fokuskan kembali pandangan ke segerombolan anak-anak kecil itu. Sesekali ku perhatikan sejenak dan sempat berkata dalam hati, “langsung tendang boy, jangan kelamaan ngocek bolanya…”. Rasanya aku sangat menikmati pertunjukan sepak bola yang didemonstrasikan anak-anak ini. Lalu aku membayangkan dan membandingkan, menyaksikan pertandingan sekelas teri seperti ini saja sudah cukup menarik bagiku, bagaimana kalau menyaksikan langsung pertandingan sepak bola kelas dunia di Old Trafford atau di Nou Camp sana ya…? Continue reading

Selamat Datang Waktu

[…]

Kulihat hamparan yang tersisa oleh kemarau yang telah berlalu. Sementara angin dan pepohonan berbisik-bisik bercerita tentang harapan. Merindukan alam dihiasi oleh bunga-bunga yang akan menghiasi dengan senyuman merekah di pagi hari. Aku menelusuri persimpangan menuju peradaban tempat orang berbagai penjuru menyusun rencana masa depan. Danau atau entah waduk namanya, airnya tak lagi hijau dan sekarang berganti keruh. Mungkinkah ikan-ikan atau ekosistem hidup lainnya di dalam sana bersuara? Sepertikah manusia yang ribut-ribut hari ini melempar protes dimana-mana. Masih terbentukkah ekosistem di dalamnya dalam lingkungannya yang kejam itu. Sementara orang-orang tetap melempar aib di dalamnya. Continue reading